Paket Banda Aceh Sabang 3D2N

Sabang

Hari pertama mendarat di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda, Banda Aceh. Berhenti di kuburan massal tsunami di Siron, Menuju ke Lampulo (Kapal nelayan tersangkut di atas atap rumah). Shalat Magrib di Masjid Raya Baiturrahman. Wisata kuliner dan coffee time bagi yang coffee lover. Check in hotel

Hari kedua. Pada Jam 09.30 Menuju ke Sabang ke KM 0 tempat paling barat dari Indonesia. Monument KM 0, Pantai Iboih glass boat melihat keindahan taman lautnya. Snorkling, Pulau Rubiah. Menuju kota Sabang dan mengitari Pantai Paradiso, Sabang Fair, Pantai Sumur tiga dan Anoi Itam.

Kembali ke Banda Aceh jam 14.30. PLTD Apung.  Mesjid Ulee Lheu. Wisata kuliner dan coffee time bagi yang coffee lover. Check in hotel

Hari ketiga. Mengunjungi Taman Putro Phang dan Gunongan. Museum Tsunami, Monument RI 001 Seulawah. Menuju pantai Lhoknga, pass by rumah Cut Nyak Dhien di Lampisang, melewati Pabrik Semen Andalas. Masjid Lampuuk.

Airport Transfer

 

 

 

DSCN1704

Paket Tour 2 Negara (Malaysia Singapura)

HARI KE-I
Berangkat dari bandara SIM Aceh pukul 11.00 dijadwalkan mendarat di KLCCT pukul 14.00 waktu setempat, selesai imigrasi rombongan berangkat dengan Bus Wisata Menuju Mesjid KLCCT, Mesjid Besi dan Mesjid Putra Jaya. Malamnya rombongan dengan santai menuju Singapore.

HARI KE-II
Pagi harinya rombongan langsung berbenah diri, dan diperkirakan rombongan jam 9.00 pagi sudah berada di pulau Sentosa, Universal Studio, Merlion (Patung Kepala singa Maskot Singapura), Esplanade. Kemudian dilanjutkan ke Mesjid Sultan dan dilanjutkan ke China Town dan Mustafa Center/Little India. Diperkirakan jam 18.00 WS rombongan kembali ke Kuala Lumpur.

HARI KE-III
Sekitar pukul 5.00 pagi rombongan memasuki Mesjid Negara, selanjutnya berbenah, dan rombongan menuju Genting Highland sampai jam +/- 13.30, dan kemudian melanjutkan perjalanan ke Lapangan Merdeka, Istana Negara dan Tugu Kemerdekaan.
Check in di hotel dan acara bebas.

HARI KE-IV
Acara Bebas (Full Day)
Check In di hotel

HARI KE-V
Rombongan meninggalkan Kuala Lumpur pukul 7.30 menuju KLCCT. Pesawat dijadwalkan Take Off pukul 10.15 dan Rombongan menuju Bandara SIM Blang Bintang.

Biaya akomodasi hotel + Transportasi (Belum termasuk tiket Air Asia) mulai Rp. 1.850.000
*minimal 30 peserta*
*s&k berlaku*

Biaya mulai 1.850.000 (Belum tiket Pesawat dan tax)

BIAYA TERSEBUT MENCAKUP :
1. Bus antar jemput Bandara KLIA2 Kuala Lumpur
2. Rekreasi ke KUALA LUMPUR – *MALAKA*- SINGAPORE – THAILAND
3. Penginapan hotel
4. Pemandu Wisata/ guide

HAL-HAL YANG KURANG JELAS/PERLU DIBICARAKAN DAPAT DITANYAKAN LANGSUNG:

1. Fadhil Ahmadi **Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Montasik Aceh Besar Hp 0823-66-707937
2. Syamaun Abdullah **Latansa Travel-Mon Malem Kecamatan Ingin Jaya Hp 0852-60-655772
3. Ilyas Kaoy **Madrasah Tsanawiyah (MTs) Mon Malem Ingin Jaya Hp 0812-69-42721
4. Muhammad **Sub Bag. Kepegawaian Dinas Pendidikan Aceh Besar Hp 0812-69-405757
5. Email **juanfa002@yahoo.com
6. PIN BBM **7CDDAE25

IMG_0034

Full Time Student Part Time Traveler

Mohon maaf sebelum nya bila tulisan ini kurang berkenan bagi sebagian kalangan. Mohon dimaafkan ya. Please deh…
Yang pernah merasakan jadi pelajar, mahasiswa, dan para perantau lainnya biasanya juga menggunakan kesempatan yang ada sebaik mungkin untuk menyalurkan hobinya jalan-jalan. Saya salah satu dari sekian banyak mahasiswa yang menggunakan kesempatan luang untuk sekedar jalan ke negara atau daerah tetangga, walau hanya sekedar menumpang lewat saja. Meskipun judulnya Full Time Student, tapi bagian student nya untuk sementara dibekukan dan digantikan dengan tulisan Part Time Traveler, he he

Bilamana ada waktu luang, saya menyempatkan diri untuk keluar dari rumah kost menuju daerah terdekat. Anggap saja saya di England, tepatnya di Nottingham, salah satu county di East Midlands. Jarak yang ditempuh dari Nottingham ke Leeds misalnya, menghabiskan waktu sekitar kurang lebih 3 jam perjalanan dengan National Express, yang konon kalau tidak salah saya digunakan oleh tim Sepakbola Nasional Inggris sebagai partner resmi mereka. Fun fare, tiket murah meriah yang cuma £2 (Great Britain Pound sterling atau disingkat GBP), bisa dikatakan selalu jadi incaran para mahasiswa. Bagaimana tidak menjadi idola kaum mahasiswa? cukup dengan mengeluarkan £5 GBP, siapa cepat dia dapat, bisa mengunjungi Leeds. Banyak yang bisa dikunjungi di Leeds, salah satu nya adalah Royal Armouries, silahkan cek situs nya di sini http://www.royalarmouries.org/visit-us/leeds. Royal Armouris adalah salah satu museum yang menampilkan berbagai peralatan perang dari zaman dahulu. Untuk lebih jelasnya, bisa dibaca review di google. Saya sangat mengagumi sebuah memoar perang yang didisplay di museum tersebut. Penunggang kuda mengenakan baju besi hampir mirip dengan baju zirah yang digunakan dalam film The Last Samurai, tepatnya baju besi seperti yang digunakan oleh lawan yang ditaklukkan oleh Tom Cruise. Saya memang menyukai segala sesuatu yang berbau samurai, termasuk patung penunggang kuda dengan baju besi tersebut. Kesan nya begitu gagah. Leeds University juga tidak kalah menariknya. Bila saya ke Leeds, saya selalu menyempatkan diri untuk sekedar numpang lewat di kampus tersebut. Ada satu hal lagi yang menarik di Leeds, mereka ada Free City Bus. Lumayan bisa keliling kota Leeds, gratis lagi.

Yang ingin meneruskan perjalanan ke Newcastle Upon Tyne, jarak Leeds ke Newcastle menurut saya tidaklah jauh. Biasanya, setiap saya ke sana, tiket murah meriah Megabus selalu jadi andalan. Cukup £5 GBP untuk biaya perjalanan, tapi mesti direncakan jauh-jauh hari. Saya senang dengan city center nya. Barangkali ada sekitar dua kali traveling yang saya lakukan ke Newcastle. Tidak ada kegiatan khusus sih, cuma sekedar jalan-jalan melepas kepenatan setelah berkutat dengan kuliah saja. Saya senang dengan Millenium Bridge, sebuah konsep jembatan yang diangkat ke atas bilamana ada kapal besar akan melewati sungai Tyne. City center nya juga tidak kalah menarik. Pernah juga menjadi pengisi pengajian, sembari saya transit menuju ke Edinburgh.

Edinburgh? Glasgow? Aberdeen? Scotland Pipe? pernah saya datangi untuk sekedar beberapa hari saja. Kebetulan ada kenalan yang sangat baiiiiik hati mau menampung saya dan teman-teman, sekalian disajikan makanan yang super duper luar biasa enaknya. Sebenarnya ada satu misi khusus yang saya niatkan ketika datang ke Edinburgh ini, ingin membuktikan kelezatan masakan Bakso racikan kak Cut. Kawan saya pernah merasakan masakan kak Cut, orang Lamteumen, dan dia sampaikan berita kelezatan bakso ke saya. Sebagai pencinta bakso, sungguh sebuah kehormatan bisa mencicipi bakso rasa luar biasa di negara Ratu Elizabeth ini. Apa yang menjadi daya tarik Edinburgh? Tidak dapat disangsikan, film The Brave Heart nya William Wallace betul-betul “mengundang” saya untuk mengunjungi Edinburgh. Saya mengunjungi castle nya yang terletak di atas bukit. Sepanjang jalan, bunga-bunga bermekaran seakan ikut menyemangati saya untuk terus berlari mencapai kaki castle. Maklumlah waktu itu masih terlalu muda, masih sangat kuat untuk berlari-lari kecil menuju ke atas bukit. Sekarang? jangan ditanya, masih kuat kok, he he he. Bagaimana Glasgow? Pernah dengar Glasgow Ranger ataupun Celtic? dua rival bebuyutan. Salah seorang mahasiswa Glasgow yang menemani saya selama di Glasgow memberitahukan bahwa saat-saat pertandingan antara kedua klub sepakbola tersebut, alangkah lebih baik menghidar dari dari lokasi. Glasgow University menurut saya salah satu tujuan yang sayang untuk dilewatkan. Kampusnya sangat asri dan tua, namun terjaga dengan baik.

Apapun ceritanya, ingaat, Full Time Student Part Time Traveler saja

DSCN1055

Paket Tour 3 Negara (Malaysia Singapura Thailand)

Hari ke I Mendarat di KLIA2 (Kuala Lumpur International Airport) Menuju Mesjid Besi dan Mesjid Putra Jaya. Malamnya rombongan bertolak ke Hat Yai Thailand.

Hari ke II Pagi hari rombongan sampai di Hatyai dan dilanjutkan dengan Hatyai City Tour. Check in hotel Hat Yai

Hari ke III Rombongan menuju Nora Plaza, dilanjutkan ke Pantai Song La, Chang Kuang Hill, Trekking Gajah, Ice dome. Sore hari rombongan kembali ke Kuala Lumpur.

Hari ke IV Dijadwalkan jam 5.00 pagi rombongan memasuki Mesjid Negara dan selanjutnya menuju Genting Highland dengan Cable Car sampai jam +/- 13.30, dilanjutkan ke Batu Cave. Malam hari dalam perjalanan malam menuju Singapura

Hari ke V Dijadwalkan jam 9.00 pagi sudah berada di Marina Bay Singapura, Merlion, Esplanade, Pulau Sentosa, Universal Studio. Kemudian dilanjutkan ke Mesjid Sultan, China Town dan Mustafa Center/Little India. Diperkirakan jam 18.00 rombongan kembali ke Kuala Lumpur.

Hari ke VI Pagi hari tiba di Kuala Lumpur dan acara bebas. Check in hotel Kuala Lumpur

Hari ke VII Dataran Merdeka, Istana Negara dan Tugu Negara. ke Menara Kembar Petronas KLCC, pabrik coklat serta Bukit Bintang. Check in hotel Kuala Lumpur

Hari ke VIII Rombongan meninggalkan Kuala Lumpur menuju Indonesia

HAL-HAL YANG KURANG JELAS/PERLU DIBICARAKAN DAPAT DITANYAKAN LANGSUNG:

1. Fadhil Ahmadi **Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Montasik Aceh Besar Hp 0823-66-707937
2. Syamaun Abdullah **Latansa Travel-Mon Malem Kecamatan Ingin Jaya Hp 0852-60-655772
3. Ilyas Kaoy **Madrasah Tsanawiyah (MTs) Mon Malem Ingin Jaya Hp 0812-69-42721
4. Muhammad **Sub Bag. Kepegawaian Dinas Pendidikan Aceh Besar Hp 0812-69-405757
5. Email **juanfa002@yahoo.com
6. PIN BBM **7CDDAE25

Biaya mulai 2.999.000 (Belum tiket Pesawat dan tax)
BIAYA TERSEBUT MENCAKUP :
1. Bus antar jemput Bandara KLIA2 Kuala Lumpur
2. Rekreasi ke KUALA LUMPUR – *MALAKA*- SINGAPORE – THAILAND
3. Penginapan hotel
4. Pemandu Wisata/ guide

* Malaka optional

Big Ben London

Kenapa Harus Traveling?

Saya pernah bertemu dengan seorang warna negara Australia keturunan Pakistan. Sebut saja namanya Hanif. Dia seorang businesman, bergerak dalam bidang restoran di beberapa negara bagian Australia. Iseng saya lontarkan pertanyaan ke dia, kenapa tertarik dalam bidang konsumsi. Jawaban nya cukup singkat, padat dan jelas menurut saya. Hampir bisa dipastikan bahwa semua orang membutuhkan konsumsi, akomodasi dan transportasi.

Kenapa konsumsi?
Kenapa akomodasi?
Kenapa transportasi?

Saya berpikir cukup sederhana, mencoba mendalami bidang transportasi saja, termasuk di dalam nya adalah dengan menyalurkan hobi saya dalam traveling. Saya rasa traveling cukup mengasyikkan, membuka cakrawala akan dunia luar.
Sejak saya masih di bangku sekolah menengah (SLTP), setiap liburan sekolah selalu menyempatkan diri untuk berlibur. Liburan murah meriah saja, maklumlah harga liburan anak SMP. Dimulai dari 1993, perjalanan sendirian ke Cirebon, mengunjungi rumah teman di Kuningan, serta diajak ke kebun jeruk nya, membuat saya bertekad untuk membeli sebuah kamera. Ya…sebuah kamera saku pun saya beli untuk menemani perjalanan saya.

Perjalanan tidak terhenti di situ saja. Dengan mengajak seorang kawan, perjalanan kami lanjutkan ke Ciamis Jawa Barat, hingga nyasar di Banjarnegara, sepertinya hampir mendekati perbatasan Jawa Tengah. Sungguh sebuah memoar yang sering saya kenang sendiri. Tidur di stasiun Kereta Api, beralaskan tikar pandan, ditemani nyamuk-nyamuk nakal, sudah menjadi senandung perjalanan.

Sudah cukupkah di situ?
Belum…
Perjalanan masih panjang…
1994, liburan kelas 1 SMA lagi-lagi mencoba mengelilingi Jawa. Kali ini cukup di Surabaya, Madura, Kertosono dan Jogjakarta. Tidur di rumah sakit karena teman seperjalanan terkena dehidrasi dan harus diinapkan di rumah sakit. Ah…banyak lagi cerita perjalanan yang bisa dibukukan (dibukukan sendiri, dibaca sendiri, diterbitkan sendiri lho ya, ha ha).

Singkat kata singkat cerita (seperti lirik lagu saja,hi hi), sekarang pun membuka perjalanan wisata, bukan cuma untuk keliling Indonesia, bahkan keluar negara. Sesekali melihat dunia luar, untuk membanding-bandingkan dan mengambil yang baik-baik dari negara orang, syukur-syukur bisa diaplikasikan di tempat kita. Minimal dimulai dari diri sendiri.

Saat ini, destinasi Wisata Latansa Travel mencakup kunjungan muhibah ke Kuala Lumpur, Penang, Malaka, Singapura, serta Hat Yai Thailand.
Apakah mahal?
Ribet kah perjalanan nya?

Gak kok…
Dengan menyisihkan Rp 500.000 per bulan dalam jangka beberapa bulan, Insya Allah sudah bisa mengunjungi ke beberapa tempat wisata di ketiga negara tersebut.
Perlajanannya Insya Allah tidak ribet.
Untuk info lebih lanjut, bisa menghubungi kami di +62-82366707937

IMG_1524

Sepenggal kisah dari Jalan Rasuna Said

Bus kota yang kami tumpangi melaju membelah terik nya matahari yang membakar jalanan, dan berhenti di Pasar Festival menjemput penumpang lainnya. Selintas saya melihat seorang gadis melambaikan tangan, mencoba menghentikan laju bus. Dia menunjuk ke seorang laki-laki setengah baya, yang ingin naik ke bus. Sebatang besi menuntunnya menuju pintu masuk dan bapak itu bersandar di kursi pas di depan pintu depan. Rupanya bapak itu seorang tunanetra.Teman saya mencoba mengajak nya duduk, tapi si bapak itu cuma berterima kasih dan tetap berdiri di sana. Beberapa saat kemudian, terdengar suara musik mengalun dari tas ransel yang disandangnya, dan bapak itu pun menyanyi lagu nya Ebiet G Ade, “Perjalanan ini terasa sangat menyedihkan……….

Beberapa penumpang tertegun mendengarnya, barangkali mereka mencoba meresapi betapa menyedihkan kehidupan ini, terlebih lagi bagi yang sebagian nikmat yang diberikan Allah, sudah dimintakan kembali oleh NYA. Cuma si supir dan kondektur yang terlihat sibuk dengan penumpang sewa. Si Bapak itu pun mengakhiri lagu nya dan mengeluarkan sebuah gelas plastik meminta hasil jerih payah nya menyanyi untuk dihargai. Hampir semua penumpang memberikan “upah” menyanyi untuk nya. Dengan tertatih-tatih, bapak penyanyi itu melangkah ke belakang, hendak keluar dari bus. Dari wajah nya, tergambar tidak ada kesan keluh kesah dan keraguan akan nasib nya untuk turun dengan selamat dari bus, yang memang terkenal sering ugal-ugalan. “Mau duduk pak?” saya menawarkan tempat duduk kosong di samping saya. “Gak nak, saya akan turun, kalau bis ini sudah menepi,” katanya.

Tak terasa, butiran bening menggumpal di ujung mata, hampir jatuh membasahi lantai bus. “Alhamdulillah ya Allah, berkat rahmat MU lah saya diberikan penglihatan yang lebih baik dari mereka yang kurang beruntung,” saya bersyukur.

Teringat beberapa minggu yang lalu di saat saya pulang si Hilwa dan mama nya jalan-jalan, kacamata sebelah kiri saya terlepas karena baut nya putus. Saya panik setengah mati (tapi gak mati benaran lho), karena kacamata itu sama dengan mata saya. Apalagi, beberapa optik terkenal yang saya datangi, tidak bisa memperbaiki kacamata saya. Kesal minta ampun. Beberapa Optik bertaraf International, cuma urusan mengganti baut yang putus saja tidak mampu.

Saya bersyukur. Bapak itu telah menyadarkan saya untuk menambah syukur kepada Allah atas kedua mata yang masih bisa melihat dengan jelas meskipun harus dibantu dengan alat. Terima kasih ya Allah, jadikan hamba mu ini dalam golongan yang bersyukur dan tidak kufur akan nikmat MU.